“Aku
memang bukan manusia sempurna, tapi kulayak dicinta karena ketulusan…”
Lirik lagu siapa yah???
Hmmmm so meaningfull…. Atau akunya aja yang GeeR dan
meras begitu… tapi apapun itu, sepertinya orang akan setuju bahwa cinta adalah
ketulusan. Menjadi tulus itu tidak mudah, tapi ketika kita menemukan ‘cinta’
itu…ketulusan itu bukan suatu yang diciptakan atau yang terencana.
Tapi akan ada begitu saja… mengalir dan kita sendiri
pun tak menyadari sampai suatu waktu kamu mulai mengakui bahwa adanya kamu atas
dia, tanpa syarat maupun meminta balas…. Dan itu lah yang aku temukan pada
hubungan yang sekarang.
Ngomong soal kekurangan memang tidak aka nada habisnya,
ngomong soal kesempurnaan tidak akan pernah kita dapati, karena sempurna adalah
aku dan dia. Jiwamu dan jiwanya. Kekurangamu dan kelebihannya, begitu
sebaliknya.
Bukan hidup kalau semuanya indah. Pun soal cinta…
bukan cinta kalau tanpa perjuangan. Bukan hubungan yang sehat tanpa sedikit
pertengkaran dan adu pendapat. Namun,
itulah warna hidup yang kemudian membawa kita kepada sudut pandang yang lain,
yang menjadikan setiap masahal, setiap perjuangan dan setiap selisih paham
sebagai rambu yang membimbing arah kemana kita akan melangkah.
Bukan aku merasa kuat dan tak ada masalah. Toh, sering kali akupun merasa kalah. Perjuangan yang tiba-tiba sirna dan aku
ingin lari mengulang waktu kebelakang. Tak ingin kutemui dia diantara hidupku.
Tapi begitu hidup, yang sebenarnya telah membawa kita atas keadaan yang
sebaik-baiknya. Jatuh adalah sementara, bangkit adalah harus. Karena waktu terus
menantang dan tentunya kita tak mau semakin tertinggal….:)
That’s life.. and I choose you to walking beside me.... and I do too.... :)
| Filosofi Kopi-Dee |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar